Ditulis pada tanggal 5 June 2016, oleh admin, pada kategori Berita, Kegiatan, Kuliah Tamu, Uncategorized

Malang, LABHI – Pengenalan mengenai kawasan Asia Selatan sangat penting bagi mahasiswa Hubungan Internasional. Bukan hanya kajian di bidang keamanan dan ekonomi yang harus dipelajari, tetapi juga keanekaragaman budaya kawasan tersebut. Melalui kerjasama dengan Kedutaan Besar India yang berada di Indonesia, Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Brawijaya berhasil melaksanakan Festival Asia Selatan pada hari Minggu, 5 Juni 2016.

Festival Asia Selatan yang bertema South Asian Fusion in Vision ini memiliki dua rangkaian acara. Acara yang pertama adalah Bedah Film Mangal Pandey:The Rising yang dipandu khusus oleh first secretary (information and political) of embassy Indian Republic, Madan Kumar Ghildiyal. Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Brawijaya terlihat sangat antusias dengan film yang diputar dan kedatangan first secretary tersebut. Film Mangal Pandey:The Rising ini merupakan sebuah film yang berlatar belakang erat dengan sejarah India pada era 1857. Aamir Khan, salah satu aktor terbaik di India berperan sebagai pemeran utama yang memperjuangkan kemerdekaan India dalam film tersebut dengan nama Mangal Pandey. Bedah film yang disertai dengan diskusi ini dimulai pukul 08.00 WIB di Auditorium Nuswantara FISIP UB dengan durasi acara 4 jam. Antusias bukan saja ditunjukkan peserta saat menonton film, tetapi juga saat berdiskusi. Secara bergantian beberapa peserta bertanya mengenai sejarah, ekonomi, keamanan, maupun budaya di India.

Rangkaian acara selanjutnya adalah pameran educational booth, culinery, and culture dari tiap – tiap negara yang berada di kawasan Asia Selatan. Tiap – tiap negara ini diwakili oleh kelompok – kelompok mahasiswa angkatan 2012 dan 2013 yang mengambil mata kuliah Studi Kawasan Asia Selatan. Terdapat delapan tenda yang berisikan educational booth and culinery. Delapan tenda tersebut merepresentasikan tiap – tiap negara di kawasan Asia Selatan, diantaranya India, Pakistan, Nepal, Maladewa, Afghanistan, Bhutan, Sri Lanka, dan Bangladesh. Pameran yang dibuka pukul 13.00 WIB hingga 17.00 WIB ini, tidak hanya memerkan profil negara dan kuliner, tetapu juga budaya tiap – tiap negara yang ada di kawasan Asia Selatan melalui performance kelompok mahasiswa yang mewakili negaranya. Pengunjung yang datang terlihat antusias menikmati jalannya pameran dan performance budaya atau tarian yang disajikan oleh para mahasiswa Hubungan Internasinal di bawah naungan Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Brawijaya Malang.