Ditulis pada tanggal 26 April 2018, oleh admin, pada kategori Uncategorized

sanitasi-semnasMalang, 13 Maret 2018 – Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Kelompok Kajian Rekayasa Budaya Jurusan Sosiologi dan Initiatives for Water and Sanitation Improvement through Networking Support – United States Agency for International Development (IWINS – USAID) menyelenggarakan Seminar Nasional yang berjudul “Air Bersih dan Sanitasi: Aksesibilitas, Perilaku dan Keberlanjutan”.  Terdapat tiga pembicara dalam kegiatan ini yaitu Bapak Dr. Anton Novenanto selaku dosen Sosiologi, Bapak Anggun Trisnanto Ph.D (cand.) peneliti sekaligus dosen Hubungan Internasional, Bapak Dr. Purnawan Dwikora Negara selaku perwakilan dari Walhi, dan Bapak Endro Wahjudi, ST dari Pemerintah Kota Wisata Batu. Acara ini berlangsung mulai pukul 13.00 hingga 15.30 di ruang Auditorium Nuswantara lantai 7 Gedung B FISIP Universitas Brawijaya.

Acara yang dipandu oleh Ibu Mely Noviryani, dosen Hubungan Internasional, ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama berupa seminar dengan format talkshow bersama para pembicara dan sesi kedua berupa peluncuran buku. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai kalangan. Tidak hanya dari lingkup civitas Universitas Brawijaya namun juga berbagai instansi lain serta masyarakat publik.

Sesi pertama adalah talkshow terkait membangun sense of awareness publik terkait isu air dan sanitasi serta pengimplementasian SDGs di ranah lokal. Isu yang tercakup dalam SDGs ke enam dan MDGs ke tujuh tersebut, jika tidak dibenahi, akan memiliki dampak besar bagi masyarakat global. Dibicarakan pula bagaimana kondisi sanitasi di Indonesia, hambatan dan cara pembenahannya. Para pembicara turut memaparkan hasil penelitian yang pada dasarnya memiliki tujuan yang sama untuk mengusahakan pemahaman yang sama mengenai pembangunan, aksesibilitas, dan keberlanjutan program sanitasi dan air bersih. Serta kesimpulan bahwa strategi untuk mengatasi masalah ini adalah bagaimana menumbuhkan pola pikir warga lokal sebagai konseptor dan eksekutor untuk meningkatkan sanitasi dan air bersih yang layak.

Pada sesi kedua, dilanjutkan dengan peluncuran buku “Sanitasi di Indonesia Timur: Keberlanjutan dan Inovasi Kebijakan”. Buku yang diluncurkan tersebut merupakan hasil karya Bapak Anggun Trisnanto PhD. (cand.). Sesi ini juga diisi dengan tanya jawab antara pembicara dengan para peserta berkenaan dengan garis besar buku tersebut.

———–

Malang, March 13, 2018 – International Relations Laboratory of Brawijaya University with Cultural Modification Study Group of Sociology Major (Kelompok Kajian Rekayasa Budaya Jurusan Sosiologi) and Initiatives for Water and Sanitation Improvement through Networking Support – United States Agency for International Development (IWINS – USAID) held a national seminar themed “Air Bersih dan Sanitasi: Aksesibilitas, Perilaku dan Keberlanjutan” (Clean Water and Sanitation: Accessibility, Behavior and Sustainability). There were three main speakers in the seminar: Dr. Anton Novenanto, a Sociology lecturer, Dr. Purnawan Dwikora Negara as a representative from Walhi (The Indonesian Forum for Environment), and Endro Wahjudi, S.T. from government of Batu City. The seminar started at 1 PM until 3.30 PM in Nuswantara Auditorium of Faculty of Social and Political Sciences, Brawijaya University.

The seminar which was led by Ms. Mely Noviryani, an International Relations lecturer, was divided into two sessions. The first session was the seminar in a talk show format with all the speakers, while the second session was book launch. The event was attended by 100 participants from various backgrounds, not only Brawijaya University civitas but also from other institutions and public society.

The first session was the talk show to build the sense of public awareness regarding water and sanitation issues along with the implementation of SDGs in local level. The issues of that 6th SDG and 7th MDG, if not solved, will have a big impact to global society. Other topics that were discussed as well were: the sanitation condition in Indonesia, obstacles and the solution to solve it. The speakers also explained the research result which was basically has the same purpose to spread the awareness of development, accessibility, and the sustainability of clean water and sanitation program. The first session was concluded by the statement that the strategy to tackle the issue related to clean water and sanitation was by building the mindset of local people as the drafter and executor to improve sanitation and clean water.

The second session started off with a book launch titled “Sanitasi di Indonesia Timur: Keberlanjutan dan Inovasi Kebijakan” (Sanitation in East Indonesia: Sustainability and Policy Innovation”. The author of the book is Mr. Anggun Trisnanto PhD. (candidate). The session also filled with question and answer (Q&A) between the speakers and the participants about the book.