Ditulis pada tanggal 26 April 2018, oleh admin, pada kategori Uncategorized

semnas-kemenkoMalang, 28 Februari 2018 – Laboratorium Hubungan Internasional Universitas Brawijaya bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional bertema “Diplomasi Ekonomi Indonesia: Partisipasi Indonesia dalam Forum G20” dan Kuliah Umum “Kerjasama FTA Indonesia Dengan Negara Mitra Sebagai Upaya Peningkatan Ekspor Indonesia”. Pembicara yang dihadirkan diantaranya Dr. Ir Julian Appe Msi selaku Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi, Kemenristekdikti, Lynda K Wardhani dari Kemenlu RI, Dr Rizal Edwin Manansang selaku perwakilan Kemenko Perekonomian RI, Biondi Sanda Sima dari Indonesian Youth Diplomacy, dan Eva Wishanti, Dosen Hubungan Internasional Universitas Brawijaya. Acara ini dilaksanakan mulai pukul 08.30 hingga 11.30 di Hotel Atria Malang.

Acara yang dipandu oleh Ibu Gris Sintya Berlian, S.Hub.int, MA., dosen Hubungan Internasional, ini dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama adalah seminar nasional dengan empat pembicara dan dilanjut tanya jawab dari peserta. Dilanjut sesi kedua yaitu Kuliah Umum oleh Bapak Dr Rizal Edwin Manansang selaku Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Multilateral dan Pembiayaan, Kemenko Perekonomian RI. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 100 peserta yang berasal dari berbagai kalangan.

Sesi pertama adalah seminar terkait partisipasi Indonesia dalam forum G20. Hal tersebut dilihat dari berbagai aspek seperti posisi Indonesia di dalam forum, dampak dari keanggotaan dan strategi yang dilaksanakan Indonesia sebagai anggota. Disebutkan pula bahwa keanggotaan G20 akan mendatangkan banyak manfaat bagi Indonesia sendiri.  G20 merupakan salah satu dari sepuluh kerja sama multilateral yang diikuti oleh Indonesia. Dari kesepuluh kerja sama multilateral tersebut, G20 memiliki keanggotaan yang eksklusif.

Sesi kedua adalah Kuliah umum yang membahas kerja sama Indonesia dengan negara mitra guna meningkatkan ekspor Indonesia. Indonesia telah melaksanakan 27 perundingan dengan tujuan menaikkan nilai ekspor, meningkatkan pilihan komoditas bagi masyarakat, dan meningkatkan daya saing industri nasional. Dua diantaranya adalah kerja sama dengan Australia (IA-CEPA) dan kerja sama dengan Chile (IC-CEPA). Dibahas terkait posisi dan peluang keuntungan, dan strategi Indonesia dalam kerja sama dengan dua negara tersebut.

————–

Malang, February 28th 2018 – International Relations Laboratory of Brawijaya University with Coordinating Ministry for Economic Affairs held a national seminar themed “Diplomasi Ekonomi Indonesia: Partisipasi Indonesia dalam Forum G20” (Indonesia’s Economic Diplomacy: Indonesia’s Participation in G20 Forum) and public lecture “Kerjasama FTA Indonesia dengan Negara Mitra Sebagai Upaya Peningkatan Ekspor Indonesia” (Indonesia’s FTA Cooperation with Partner Countries as an Effort to Increase Indonesia Export) in Atria Hotel Malang was held from 8.30 AM to 11.30 AM. The speakers who presented during this event were Dr. Ir. Julian Appe, M. Si. as Directorate General of Innovation Strengthening (Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi) Ministry of Research, Technology and Higher Education, Lynda K. Wardhani from Ministry of Foreign Affairs, Dr. Rizal Edwin Manansang as representative from Coordinating Ministry for Economic Affairs, Biondi Sanda Sima from Indonesian Youth Diplomacy, and Eva Wishanti as an international relations lecturer from Brawijaya University.

The event was led by Ms. Gris Sintya Berlian, S.Hub.Int., M.A., an International Relations lecturer, and divided into two sessions. The first session was the national seminar with four speakers and continued by Question and Answer (Q&A) session from the participants. The second session was the public lecture by Dr. Rizal Edwin Manansang as Deputy Assistant of Multilateral Economic Cooperation and Financing from Coordinating Ministry for Economic Affairs. The event was attended by more than 100 participants from various backgrounds.

The first session discussed about Indonesia’s participation in G20 forum, which covered by various aspects such as Indonesia’s position in the forum, the impact of membership and strategy implemented by Indonesia as a member. Mentioned also during the seminar that Indonesia’s participation in G20 will bring many advantages for the country itself. G20 is one of ten Indonesia’s multilateral cooperation with an exclusive membership.

The second session, the public lecture, discussed about Indonesia’s cooperation with partnering countries to increase the country’s export. Indonesia itself had held 27 negotiations with the intention to increase its export value, increase commodity choice for the citizens, and to improve the competitiveness of national industry. Two of those negotiations are: cooperation with Australia (IA-CEPA) and with Chile (IC-CEPA). The lecture also covered the topic of Indonesia’s position and opportunity, advantage, and strategy with the two countries mentioned above.